Apakah Anemia itu?
Anemia adalah kekurangan hemoglobin (Hb). Hb adalah protein dalam sel darah merah, yang mengantar oksigen dari paru ke bagian tubuh yang lain.
Anemia menyebabkan kelelahan, sesak napas dan pusing. Orang dengan anemia merasa badannya kurang enak dibandingkan orang dengan tingkat Hb yang wajar. Mereka merasa lebih sulit untuk bekerja. Ini berarti mutu hidupnya lebih rendah.
Tingkat Hb diukur sebagai bagian dari tes darah lengkap (complete blood count/CBC).
Anemia didefinisikan oleh tingkat Hb. Sebagian besar dokter sepakat bahwa tingkat Hb di bawah 6,5 menunjukkan anemia yang gawat. Tingkat Hb yang wajar adalah sedikitnya 12 untuk perempuan dan 14 untuk laki-laki.
Secara keseluruhan, perempuan mempunyai tingkat Hb yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Begitu juga dengan orang yang sangat tua atau sangat muda.
Apa Penyebab Anemia?
Sumsum tulang membuat sel darah merah. Proses ini membutuhkan zat besi, dan vitamin B12 dan asam folat. Eritropoietin (EPO) merangsang pembuatan sel darah merah. EPO adalah hormon yang dibuat oleh ginjal.
Anemia dapat terjadi bila tubuh kita tidak membuat sel darah merah secukupnya. Anemia juga disebabkan kehilangan atau kerusakan pada sel tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia:
-
Kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan jenis anemia yang disebut megaloblastik, dengan sel darah merah yang besar dengan warna muda
-
Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal
-
Kehilangan darah akibat pendarahan dalam atau siklus haid perempuan
-
Penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik)
Jenis-jenis Anemia
Anemia akibat kekurangan zat besi— Ini adalah punca anemia paling biasa dihadapi kebanyakan orang, termasuk wanita (20 peratus), wanita hamil (50 peratus) dan lelaki (tiga peratus).Zat besi diperoleh daripada makanan dan proses penggunaan semula zat besi sedia ada dalam badan (dari sel darah merah yang musnah). Kekurangan zat besi mengambil masa untuk berlaku jika seseorang itu mengamalkan diet kurang berkhasiat.
Sel darah merah dihasilkan oleh sumsum tulang dan ia memerlukan zat besi untuk berfungsi dengan cekap. Kekurangan zat besi menghalang sumsum tulang menghasilkan hemoglobin yang menjadi unsur penting dalam sel darah merah.
Kekurangan hemoglobin menyebabkan sel darah merah berwarna pucat dan keupayaan sel pucat ini untuk membawa oksigen adalah rendah. Maka organ lain menerima kurang oksigen dan lama kelamaan individu berkenaan mudah berasa letih, walaupun tidak melakukan kerja.
Kadar hemoglobin normal adalah antara 11.5-13.5 gm peratus. Jika kadarnya kurang daripada 10 gm peratus, seseorang itu akan mengalami masalah anemia.
Anemia akibat kekurangan vitamin B12 atau asid folik — Kekurangan kedua-dua vitamin ini menyebabkan sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang sangat besar. Bagaimanapun, saiz sel bukan pengukur kepada keupayaannya membawa lebih banyak oksigen.
Kekurangan vitamin B12 juga menyebabkan seseorang itu mengalami masalah sakit lidah dan mulut, hilang selera makan dan mudah keliru atau sukar membuat pertimbangan.
Anemia aplastik — Keadaan ini disebabkan sel sumsum tulang mengalami masalah untuk membentuk dan membahagi secara normal. Akibatnya, penghasilan sel darah merah dan putih berkurangan
| ANEMIA HEMOLITIK |
| DEFINISI |
| anemia hemolitik adalah anemia yang terjadi karena meningkatnya penghancuran sel darah merah. dalam keadaan normal, sel darah merah mempunyai waktu hidup 120 hari. jika menjadi tua, sel pemakan dalam sumsum tulang, limpa dan hati dapat mengetahuinya dan merusaknya. jika suatu penyakit menghancurkan sel darah merah sebelum waktunya (hemolisis), sumsum tulang berusaha menggantinya dengan mempercepat pembentukan sel darah merah yang baru, sampai 10 kali kecepatan normal.jika penghancuran sel darah merah melebihi pembentukannya, maka akan terjadi anemia hemolitik.pembesaran limpa. banyak penyakit yang dapat menyebabkan pembesaran limpa. anemia yang disebabkan oleh pembesaran limpa biasanya berkembang secara perlahan dan gejalanya cenderung ringan. pengobatan biasanya ditujukan kepada penyakit yang menyebabkan limpa membesar. kerusakan mekanik pada sel darah merah dalam keadaan normal, sel darah merah berjalan di sepanjang pembuluh darah tanpa mengalami gangguan. kelainan tersebut bisa menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan sel darah merah mengeluarkan isinya ke dalam darah. jika sejumlah sel darah merah mengalami kerusakan, maka akan terjadi anemia hemolitik mikroangiopati. penyebab dari kerusakan ini dicari dan jika mungkin, diobati. reaksi autoimun kadang-kadang sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan fungsi dan menghancurkan selnya sendiri karena keliru mengenalinya sebagai bahan asing (reaksi autoimun). anemia hemolitik autoimun memiliki banyak penyebab, tetapi sebagian besar penyebabnya tidak diketahui (idiopatik). diagnosis ditegakkan jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan antibodi(autoantibodi) dalam darah, yang terikat dan bereaksi terhadap sel darah merah sendiri. anemia hemolitik autoimun dibedakan dalam dua jenis utama, yaitu anemia hemolitik antibodi hangat (paling sering terjadi) dan anemia hemolitik antibodi dingin. anemia hemolitik antibodi hangat. anemia hemolitik antibodi hangat adalah suatu keadaan dimana tubuh membentuk autoantibodi yang bereaksi terhadap sel darah merah pada suhu tubuh. autoantibodi ini melapisi sel darah merah, yang kemudian dikenalinya sebagai benda asing dan dihancurkan oleh sel perusak dalam limpa atau kadang dalam hati dan sumsum tulang. sepertiga penderita anemia jenis ini menderita suatu penyakit tertentu (misalnya limfoma, leukemiaatau penyakit jaringan ikat, terutama lupus eritematosus sistemik) atau telah mendapatkan obat tertentu, terutama metildopa. gejalanya seringkali lebih buruk daripada yang diperkirakan, mungkin karena anemianya berkembang sangat cepat. pengobatan tergantung dari penyebabnya. sekitar sepertiga penderita memberikan respon yang baik terhadap pengaobatan tersebut. pengangkatan limpa berhasil mengendalikan anemia pada sekitar 50% penderita. transfusi darah dapat menyebabkan masalah pada penderita anemia hemolitik autoimun. anemia hemolitik antibodi dingin. anemia hemolitik antibodi dingin adalah suatu keadaan dimana tubuh membentuk autoantibodi yang bereaksi terhadap sel darah merah dalam suhu ruangan atau dalam suhu yang dingin. anemia jenis ini dapat berbentuk akut atau kronik. bentuk yang kronik lebih sering terjadi pada wanita, terutama penderita rematikatau artritisyang berusia diatas 40 tahun. bentuk yang kronik biasanya menetap sepanjang hidup penderita, tetapi sifatnya ringan dan kalaupun ada, hanya menimbulan sedikit gejala. diagnosis ditegakkan jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan antibodi pada permukaan sel darah merah yang lebih aktif pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh. tidak ada pengobatan khusus, pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala-gejalanya. hemoglobinuria paroksismal nokturnal. hemoglobinuria paroksismal nokturnal adalah anemia hemolitik yang jarang terjadi, yang menyebabkan serangan mendadak dan berulang dari penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan. penghancuran sejumlah besar sel darah merah yang terjadi secara mendadak (paroksismal), bisa terjadi kapan saja, tidak hanya pada malam hari (nokturnal), menyebabkan hemoglobin tumpah ke dalam darah. anemia ini lebih sering terjadi pada pria muda, tetapi bisa terjadi kapan saja dan pada jenis kelamin apa saja. penyakit ini bisa menyebabkan kram perut atau nyeri punggung yang hebat dan pembentukan bekuan darah dalam vena besar dari perut dan tungkai. diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium yang bisa menemukan adanya sel darah merah yang abnormal, khas untuk penyakit ini. untuk meringankan gejala diberikan kortikosteroid (misalnya prednison). transplantasi sumsum tulang bisa dipertimbangkan pada penderita yang menunjukkan anemia yang sangat berat |
5 tanggapan so far ↓
niken // thUTCp31UTC01bUTCMon, 19 Jan 2009 01:35:07 +0000 21, 2007 pada 11:00 |
Kalo minta izin meng-copy tulisan ini, bolehkah??
dhedia // thUTCp31UTC01bUTCTue, 27 Jan 2009 03:39:20 +0000 21, 2007 pada 11:00 |
boleh..boleh..mangga
Ahmad mashuri // thUTCp31UTC01bUTCMon, 26 Jan 2009 04:37:23 +0000 21, 2007 pada 11:00 |
Saya sbg penderita anemia hemolitik mers kurang dg info yg ada. Sbb dr ketrngan yg ada dr jenis2 anemia yg tertuls ada yg sesuai jg ada yg tdk sesuai dg anemia yg saya derita dr ciri2 dan cra pengobatannya.
dhedia // thUTCp31UTC01bUTCTue, 27 Jan 2009 03:39:02 +0000 21, 2007 pada 11:00 |
wah, maap klo kurang memuaskan. dulu waktu bikinnya belum belajar hematologi…jadi ngopi2 dari internet
^^
sri rezeki // stUTCp31UTC05bUTCFri, 01 May 2009 03:16:46 +0000 21, 2007 pada 11:00 |
Thanks ya info’a, to tambahan bahan referensi..