Laa Taghdob…I’m sorry fren

Laa taghdob 3x…

Jangan marah…

Cuma miskom dan ke- sok tauan yang terjadi, dipikir dah ngerti sodaranya, taunya belum….

Dipikir diri sendiri aja yang kesel, padahal sodaranya juga kesel…

Sifat ego manusia muncul, merasa dirinya yang paling menderita, paling sedih dan paling tersakiti…

Ga rasional, dasar wanita…..pake perasaan sie…hehehhehe

Piss….perdamaian…perdamaian…

Jangan dilupain, karna akan jadi bumbu persahabatan=>

Iklan

When a woman loves a man

When the stars are in her eyes
And the sun is in her smile
The only moment in a life
That happens the same time
Is when a woman loves a manShe’ll be a mother and a child
Sacrifice her days and nights
And no other will exsist
She’ll put her life in every kiss
When a woman loves a man

And you’ll be amazed at
when you’re stumbling
She’ll fight for you
And won’t let you give in
She’ll do all that she can
When a woman loves a man

A soothing breeze always blows
Somebody understands another soul
It’s like the planets have aligned

 

 

 


Every sentence has a rhyme
When a woman loves a man

Oh, you’ll be amazed how when
You’re needing it
She’ll fight for you
From the beginning to the end
And she’ll do all that she can
When a woman loves a man

It’s the greatest gift of all
Knowing that unconditionally
She’ll catch you when you fall

Yeah, yeah, yeah, yeah
Oooohh, yeah
When a woman loves a man

When the stars are in her eyes
And the sun is in her smile
She’ll be a mother and a child
But all at the same time
When a woman loves a man

She’ll be your air,
She’ll bring you life
She’ll make me sacrifice
When a woman loves a man

 

 

 

 

 

By: Westlife

 

 

 

Jakarta oh jakarta

jakarta selama ini cuma jadi tempat transit, klo mudik, mesti naik pesawat dari sukarno-hatta. Dan slama ini, aku ga terlalu suka ada dijakarta lama-lama. Macet, sumpek, polusi, panas dan alasan lainnya. 1 hal yang paling ga menyenangkan adalah, jakarta memberika realita untukku. Dimana ketimpangan sosial terlihat didepan mata, disatu tempat rumah kumuh dan kolong jembatan penuh dengan masyarakat miskin. Dibelakangnya, akan terlihat pemandangan gedung-gedung tinggi, mall-mall, apartemen dll.

Bagaimana bisa hidup di kota yang seperti itu? karena itu pemandangan baru buatku, dikalimantan, gedung tinggi dan megah, hanya mall dan beberapa kantor bank. bukan rumah….

walau pun sekarang sudah ada 3 apartemen di balikpapan….

Jakarta menyajikan realita, permasalahan yang dihadapi negeri ini. Saat jalan ke mall, yang akan dilihat orang2 menengah ke atas yang konsumtif. perempuan-perempuan dan remaja-remaja yang membawa tas fashion bermerk. Yang harganya, bisa jadi adalah jumlah uang yang ga akan pernah bisa dikumpulkan oleh mereka yang tinggal dikolong jembatan.

jakarta, dimana bis sumpek super panas beriringan dengan mercy 2 pintu.

jakarta, dimana pemilik mobil bisa menenggak minuman dingin didalam mobilnya yang ber-ac, sementara pengemis meminta diluar jendelanya…

buruh bangunan bekerja keras dibawah terik matahari, membangun mall super mewah sekaligus apartemen…Upah mereka tak sebanding dengan harga sewa  sebuah toko didalamnya

Supir taksi akan mengangkut pelanggan mall, yang barang belanjaannya bisa berlipat-lipat dari harga argo taksi…

Sebenarnya kejadian kaya gitu ga hanya di jakarta, tapi jakarta terlalu kejam menurutkku….

waktu itu bulan purnama, klo di balikpapan or bandung, bulan purnama indah banget, dijadiin pemandangan sambil ngobrol2…

Di jakarta, bulan terhalang oleh gedung-gedung tinggi…

manusia sibuk di bawah dengan urusannya masing2, dan lupa untuk menengadah menikmati keindahan rembulan…

Sebenarnya jadi sebuah ketakutan, klo aku berada dijakarta, tenyata menjadi manusia2 yang menghabiskan uangnya untuk hal yang berlebihan…..Lupa, klo diluar, dibalik mall-mall itu masih banyak rakyat yang menderita…

Sebagian diuji dengan kesempitan, dan sebagian lagi diuji dengan kelapangan…

Teguhkan hati dan langkah ini ya Rabb, jangan sampai ia lalai….

Luruskan kembali saat ia mulai membelok Ya Rabb…

Amien..

My First Train=’>

19 Juni 2008

Hari ini janji bekal ketemu ortu di jakarta, dari pagi bingung, mo pergi naek apa. naek travel, ntar di drop di tempat travelnya, g hapal jakarta euy, jadi ga akan tau itu di jakarta bagian mananya…

Atas saran ade, q putusin bt naik kereta api. Deg2an, belum pernah naik kereta bo!!! Ini bakal jadi yang pertama dalam hidup q. Maklum, di kalimantan ga ada kereta api, ga cocok, banyak sungai soalnya.

jam 9.30 sampai di stasiun bandung. Masuk, grogi, ga tau mau beli tiket dimana. Celingak celinguk, ketemu! di pojok sebelah kiri.

“Mba mau ke gambir, ada jam berapa ya?”

“Jam 10.30 mba”

“1 mba”

Langsung masuk dalam stasiun..

Whoaaa……..ada kereta api….baru pertama kali ngeliat dari jarak sedekat itu…

Liat tiket, engg….ini bacanya gimana ya? ada p satpam, nanya lah…

“pa, kereta ini yang mana ya?”

“yang itu neng, di jalur 5”

“Makasih pa….”

Pergi ke jalur 5, nemu keretanya, ko’ masih kosong ya? perang batin antara apakah masuk aja atau nanya lagi ke pa satpam. Well, saking groginya aku g sadar klo waktu itu baru jam 9.40an, padahal kereta baru akan pergi jam 10.30. Ya jelas masih kosong….Pergi lagi nanya pa satpam

“pa, klo ntar keretanya mo pergi nunggunya dimana ya?” (pertanyaan anak yang br pertama kali mo naek kereta nih)

“tunggu ada disana neng (sambil menunjuk ke arah depan), keretanya masih dibersiin…”

“oo…makasih pa…”

hehehhehe…akhhirnya nunggu sambil tilawah dan baca majalah.

jam 10.30, penumpang sudah mulai masuk ke kereta, ikut2an juga naik…

Dikarcis, ada angka 3 dan bangku no.9A, begitu masuk kereta, bingung, 9Anya sih ada, tapi apa ini beneran gerbong nomer 3? nanya lagi ke petugas. Sampai duduklah aku di kursi 9A itu, ga dipinggir jendela, berharap duduk disitu. Tapi ga papa, karena sangat antusias dengan pengalaman naik kereta, itu ga jadi masalah.

Keretanya mulia bergerak, didalam hati “HOreeeyyy……..!!!!!! keretanya gerak….Whoaa…….”

Ada Anak udik dalam kereta, tampak luar biasa2 gitu, dalam hati kegirangan, hehehehe….Ngambil hape, memberi kabar pada teman2 yang telah membantu, memandu dan memberikan SOP sampai ke stasiun…(segitunya, sampe jalur angkot juga dikasih tau)

1 jam awal perjalanan, noleh keluar terus, ga mau terlewat pemandangan alam, terkagum2 sama sawah gitu. 1 jam kemudian mulai pegel lehernya, noleh terus, akhirnya nonton tipi. Tapi ternyata malah bikin pusing, jadilah main sudoku…

Setiap ngelewatin stasiun kereta, langsung noleh dan menikmati bangunan stasiun2 jadul itu. Hmm…serasa ada dijaman lampau, indah, pertama kalinya naik kereta, dan aku langsung suka dengan gaya tuanya stasiun…

Aku akan naik kereta lagi!!! InsyaAllah….Amien…

Yah, waktu masih dikosan, ada temen yg bilang, “Hati2, jaga barang2 baik-baik, dompet sama hape jangan ditaruh dikantong”, “Ntar klo ada yang minta apa-apa didalam kereta kasih aja”, Hee…???? minta apaan??? jadi horor. trus “jangan sampe salah naek gerbong ya”, what? langsung nanya ke ita deh, “Ta, emang bisa salah naek gerbong ya?”, “udah, lu bisa pasti, IA ga akan salah naek gerbong”…..sampe aku memastikan lagi “ta, gw ga mungkin salah naek kereta kan?” hehehhehe…

Begitulah, pengalaman pertama naik kereta api. bandung-jakarta ditempuh dalam 3 jam. Dengan saat-saat mendebarkan ketika melewati rel diatas jurang.

Empati

Empati adalah kemampuan menyelami perasaan orang lain tanpa harus tenggelam.
Empati adalah kemampuan dalam mendengarkan perasaan orang lain tanpa harus larut.
Empati adalah kemampuan dalam melakukan respon atas keinginan orang lain yang tak terucap. 

Empati akan membuat kita bisa cepat memisahkan orang dan masalahnya; empati akan mendorong kita untuk lebih melihat bagaimana menyelesaikan masalah ketimbang bagaimana menyerang orang.

Empati (dari Bahasa Yunani εμπάθεια yang berarti “ketertarikan fisik”) didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengenali, mempersepsi, dan merasakan perasaan orang lain. Karena pikiran, kepercayaan, dan keinginan seseorang berhubungan dengan perasaannya, seseorang yang berempati akan mampu mengetahui pikiran dan mood orang lain. Empati sering dianggap sebagai semacam resonansi perasaan.

Dalam buku Social Psychology karangan Robert A Baron dinyatakan : empati adalah kemampuan seseorang untuk bereaksi terhadap emosi negatif atau positif orang lain seolah-olah emosi itu dialami sendiri

 

Agak penasaran dengan definisi empati…setelah searching, didapatlah beberapa definisi ttg empati.

Empati adalah kemampuan menyelami perasaan orang lain tanpa harus tenggelam.
Empati adalah kemampuan dalam mendengarkan perasaan orang lain tanpa harus larut.

2 kalimat diatas, jadi membuat saya jadi bingung. Yang selama ini saya rasakan, apakah itu empati?

Bagaimana jika ternyata, kejadian yang sama menimpa teman saya yang berbeda, akankah respon saya sama? Jika tidak, berarti unsur subjektivitas-nya terlalu besar…

Lindungi Hamba dari membeda-bedakan Yaa Rabb…

 

Ps: sekarang mo mencoba mengganti kata “Gw” menjadi “saya” =D

Love is…

Terkadang mencintai (baca: menyayangi), bisa berbuah posesif…

Cinta ga harus memiliki….

Karena cinta adalah sebuah pengorbanan dan pembuktian, terkadang ia menjadi menyakitkan….

Suatu hal yang ga akan pernah selesai dibahas, setiap jaman memiliki kisahnya tersendiri….