Kerinduan Dalam Kamus Bapak

Setengah windu yang lalu…

Kereta masih menunggu dan hujan masih malu-malu…

Aku masih ingin menghirup pagi ini. Aku masih ingin menelusuri kota ini. Aku masih betah di rumah ini. Aku masih rindu pelukan ibu, Aku masih sangat merindukan kisah ini. Aku masih ingin berlama-lama dengan semuanya.

“Nanti kamu juga aka nmenemukan semuanya. gak usah khawatir. Rindu sellau ada di setiap tempat dan waktu yang kamu maknai. Gak akan habis.”

“Tapi, Ade takut, Pak!”

“Jangan pernah takut selama kamu miliki iman. Rindu juga keimanan. Rindu itu kejujuran dan kesetiaan. Rindu itu doa. Rindu itu adalah keikhlasan. Rindu itu langkah teguh yang terus berjalan. Rindu adalah hati. Rindu adalah hidup. Dan hiduplah dalam kerinduan pada cinta-Nya.”

“Justru Ade takut kalau tidak berkesempatan lagi untuk menyimpan rindu, Pak.”

“Percayalah, Nak. Ketika kamu takut dalam kerinduan seyogyanya kamu akan menjaga kerinduan itu dalam kepercayaan dan keteguhan hati. Rindu itu bagaimana kamu setia dan tidak pedulikan selain itu. Rindu itu doa yang tak pernah putus. Rindu itu kita.”

“Apakah Ade bisa melakukan semuanya, Pak?”

“Jangan takut kala kerinduan menderu. Jangan pula kamu gusar untuk mencarinya. Kerinduan akan tetap di sini, dalam nurani kita. Dalam hati yang penuh penginsyafan. Bawalah rindu untuk menjaga niatmu. Jadilah orang yang bisa dipercaya karena kerinduanmu dan bermanfaat karena merindukan kehadiranmu.”

“Bapak, rindu itu meletihkan…”

“Tidak, kalau kamu menikmatinya.”

“Bapak…nafas dan keringatmu adalah kerinduanku. Juga ibu. Juga kota. Juga pagi ini. Juga udara ini. Semuanya inspirasi sebagai anugerah Allah SWT yang tak terperi.”

Setelah setengah windu itu…

“Bapak, aku membawa jiwa dan cinta dalam rindu-Nya…Restui Aku…”

 

 

Diambil dari majalah Muslimah

3 comments

  1. gesafalugongesa · Juli 26, 2008

    huhuhuhuhuhuhu…

    keren….

    menyentuh….

    jadi kangen sm bapak…..

  2. panjiislam · Juli 29, 2008

    br tw dede punya blog. telat bgt y.. ^.^”

    komentar dg gaya anak materi,
    Hmm..begini.sebenrnya rindu tuh apa sih??rindu adalah sebuah nilai, sebuah rasa. sehingga tak bisa dijelaskan secara eksplisit. karena rindu adalah konsekuensi semiotika dari sebuah rasa lain, yaitu cinta.

    sekedr menanggapi kalimat terkahir,
    itu adalah sintaksis lain dari sebuah pernyataan dalam bentuk lain lg yang ditutupi dalam lingkupan keindahan sastra.

    jelskan jika aku salah!

    hehehehehe…
    panji
    -1.13am,lg bt ditengah formas-

  3. annitldari5bdg · Juli 30, 2008

    Iya ges, sama..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s