Ied

Taqobbalallahu minna wa minkum…

Happy Idil Fitri 1429H everyone!!! n_n

Lebaran kali ini beda, biasanya mudik ke kampung halaman; Tanah Grogot; ke tempat nene, dimana paman+acil dan spupu ngumpul. Tapi tahun ini, lebarannya di Balikpapan. Ngumpul di rumah, kaka2 pada datang, komplit dah, 17 orang….7  orang ponakan yang “kricikan” (klo di indo-kan artinya kira-kira: anak kecilnya banyak, ribut, lari ke sana kemari bikin riweuh…), dan 10 orang dewasa^.^ rame pisan…

Dan hari ini akhirnya foto keluarga, walau dadakan dan apa adanya….dgn ponakan yg yang pada susah diatur buat ngatur posisi…

 

Sholat Ied di lakuin di lapangan parkir masjid di komplek…ga terlalu rame, ikhwan ada 4-5 shaf, akhwat juga kurang lebih jumlahnya. Imamnya ustadz siapa gitu, ga hapal namanya, yg jelas ada Lc-nya. Cuaca Balikpapan pagi ini mendung disertai angin yang lumayan kenceng. Rakaat pertama sholat berjalan lancar, masuk rakaat ke-2, hujan turun!!! alhamdulillah imamnya baca surah Ad-dhuha, begitu salam, jamaah langsung masuk ke dalam masjid buat ngedengerin khutbah (ga mungkin kabur, karena hujannya lumayan deras)

Sampai didalam masjid,  angin dari luar kenceng banget, jadi dingin…kebayang sodara-sodara lain yang sholat iednya di lapangan…pasti dah basah kuyup. karena klo langsung pulang pun, hujannya terlalu deras, dijamin basah juga.

Khatib ngasih khotbah tentang mengingat kematian, dan tentang wisudawan romadhon. isi khotbahnya kira-kira seperti ini :

“Lebaran kali ini, mungkin ada diantara sodara kita yang tidak lagi berlebaran dnegan orang tua, istri, suami atau pun anak mereka, karena mereka telah meninggal dunia. Kita mengisi kepergian mereka, dan mungkin tahun depan kita lah yang ditangisi, atau mungkin saja besok, karena kita tak pernah tau. Dan kampung akhiratlah tempat kekal kita, sebuah kehidupan kekal akan dijalani, dan apa yang sudah kita persiapkan untuk menempuhnya?

Kita bekerja keras mengumpulkan uang untuk pulang kampung yang hanya beberapa hari. dan untuk kampung akhirat sudahkah kita bekerja keras? seorang pegawai negeri bersusah payah mengumpulkan harta untuk masa pensiunnya yang hanya beberapa tahun, sedangkan untuk akhirat? betapa lalainya kita, jika hanya memikirkan dunia…sungguh kita ingin termasuk orang-orang yang akan menempati jannahNya…Maka beramallah….”

Yang tentang orang-orang bertaqwa:

“sholat ied adalah layaknya hari wisuda untuk para alumni romadhon. ada yang lulus dengan predikat Muttaqin, dan ada yang belum (semoga romadhon berikutnya bisa jadi muttaqin, Amien…). Dan Romadhon telah mendidik kita agar menjadi orang yang bertaqwa. Ada 4 indikator orang yang bertaqwa:

1. Orang yang memiliki Kecerdasan Finansial

orang-orang yang mampu mengisi pundi-pundi harta mereka dengan kerja keras dan karena kecerdasan yang mereka miliki, lalu mereka menginfaqkan dan menyisihkan sebagian harta mereka untuk diberikan kepada fakir miskin, merekalah orang yahng cerdas secara finansial, karena mereka mampu mengelola harta yang mereka miliki.

Sebaliknya orang yang tidak cerdas secara finansial adalah mereka yang hanya mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Mereka merasa aman dan kekal dengan harta yang mereka miliki, namun sebenarnya mereka hanya merasakan sebuah kehampaan….(karena kebahagian didapat saat kita bisa memberi -dhede-)

2. Orang yang memiliki Kecerdasan Emosional

Nabi Muhammad saw bersabda ” Orang yang kuat diantara kamu bukanlah yang menang bergulat, tapi mereka yang dapat menahan amarahnya”

Marah adalah hal fitrah manusia, orang yang marah itu normal, namun marah yang seperti apa? Islam tidak melarang seseorang untuk marah, namun marah dikeluarkan pada saat yang tepat. Orang yang dapat mengendalikan emosinya, merekalah orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional

3. Kecerdasan Sosial

Orang-orang yang bersosialisasi, luwes, menyambung silaturahim dengan mereka yang memutuskan, memberi maaf, menahan emosi, memelihara diri dari menyakiti orang lain, merekalah orang yang memiliki kecerdasan sosial.

4. Kecerdasan Spiritual

Dimiliki oleh orang-orang yang slalu beribadah, takut dan berharap hanya pada Allah SWT”

Kurang lebih ustadznya menyampaikan seperti yang diatas, walau sepertinya yang aku tulis masih jauh dari pesan yang ustadznya sampein…~,~

Balikpapan dan Bandung beda euy (ya iyalah….) di bandung kotanya agamis banget, adem deh…ke masjid, jamaahnya ga hanya mahasiswa, ibu2 juga ada…Dengerin MQ, remaja sama ibu-ibu banyak yang nelpon, mencari nasehat untuk keluarganya….10 malam terakhir pun yang i’tikaf di masjid2 ga hanya ikhwah aja, ada ibu2 (kemeren semoat dikasih kacang gratis sama ibu2 yang  lg i’tikaf, alhamdulillah…semoga Allah melapangkan rezeki bliau, amien…kacangnya enak euy), ada anak2 juga (ketemu adik2 dari SD Salman Al-Farisi;klo ga salah, SD islam aja; mereka i’tikaf bareng sama ibu gurunya, mungkin program sekolah, i’tikafnya 3 hari…subhanallah….^^). Dan tentu aja banyak akhwat-akhwat juga.

Di malam ke-9, YMan sebentar sama Time, dia lagi di Solo, dan lagi i’tikaf. Time cerita, klo masjidnya kuno banget, jadi horor dan kesan mistisnya begitu kuat ditambah penerangan dari lampu masjidnya orange2 gitu…(sempet nanya, ada kuburan ga Me didalam masjidnya? heheeheh), udah gitu sepi banget, akhwat yg i’tkaf cuma 15 orang, dan kata Time, katanya masjidnya baru rame jam 12 keatas..(serem banget jam segituan baru keluar rumah dan menuju masjid)…aku nanya, katanya mo i’tikaf di masjid UNS?, Time bilang, masjid2 pada tutup klo malam….hooo….. Klo Salman sm Habib mah 24 jam ya…

Memang, pulang dari Bandung ke rumah asa beda banget, dari suasana kondusif ke g kondusif (atau kurang kondusif)…

Waktu menuju lapangan sholat ied pun, aq merasa di tatapi beberapa pasang mata, kayanya karena penampilan…fuhhh…aku nya aja yang ke-geeran kayanya, heheheheh…. merasa asing euy…

Ditambah lagi perbedaan kultur. Sunda teh alus pisan bahasanya…kulturnya juga, peraasan, klo orang sunda marah, masih enak di dengernya heheheheh….

Ke Balikpapan, langsung keras deh kulturnya, merasa was-was dan ga aman…fiuhh…

Tapi home sweet home, fufufufu…

 

Ibroh yang didapat hari ini :

G ada alasan untuk g bersyukur, karena sudah begitu banyak nikmat yang diberi Allah SWT. Syukurilah selalu hal-hal kecil yang kita miliki, karena terkadang, kita baru bersyukur saat kita mendapat rezeki atau hal-hal besar lainnya…. Baru-baru ini juga, perkataan seorang kawan mengingatkan kembali nikmat yang telah Allah beri…

Bersyukur kepada Allah….bersyukur, sepanjang waktu….

Terima Kasih Yaa Rabb….

HEpi Idil Fitri 1429H, maapkan sgala kesalahanq kawan…n_n

One comment

  1. radit · Oktober 3, 2008

    Taqabbalallahu minna wa minkum…
    Ada hikmahnya juga hujan bagi orang2 yg udah siap mo ngabur…:D
    Ga sholat di lapangan merdeka kah?
    Balikpapan gmn ga keras… isinya orang2 bugis ama madura pesisir… kloplah jadinya,hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s