Hikmah : Tenang

Cerita tentang hikmah yang didapat waktu lagi praktikum beberapa minggu yang lalu. Udah dibikin, tapi blm selese…jadinya baru dipost sekarang deh…sedihnya, kosan blm ada internet gini…huhuhu

Hari praktikum farmakognosi. apa itu farmakognosi (disingkat farkog), farkog adalah ilmu yag mempelajri tumbuh2an yang dapat digunakan dalam bidang farmasi. kira2 kaya gitu. Hari ini praktikumnya uji kandungan saponin dalam simplisia Rarak, uji indeks ikan.

Jadi ceritanya, tumbuhan rarak yang dah dikeringkan itu ditumbuk, biar halus, trus di rebus sama air, jdi kya bikin teh gitu, ntar air hasil seduhannya berwarna kuning-kecoklatan gitu. Nah yang aku dan partner q bikin, larutan yang mengandung saponin 1%, kita harus bikin 2 larutan lagi dengan konsentrasi 0,1% dan 0,01%. jadi ada 3 larutan dengan tingkat kepekatan yang beda 1%, 0,1% dan 0,01%. Saponin ini punya aktifitas hemolisis, karena membran leukosit jadi menurun permeabilitasnya, sehingga hemoglobinnya berdifusi keluar.(yang bukan anak kesehatan, pura-pura ngerti ajalah ya, heheheh piss…)

Lalu, kedalam masing2 larutan dengan konsentrasi beda tadi, dimasukkan 5 ekor ikan seribu (ikannya kecil2, kaya ikan teri, mirip kebongce alias kecebong). nah yang akan diamati adalah, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat mati 3 dari 5 ikan.

Di larutan 0,01% waktu ikannya dimasukin, mereka masih berenang dengan tenang, sampe akhirnya mereka lemes 1-1 dan akhirnya mati. kelakuan ikannya biasa aja, berenang dengan tenang, trus waktu dah mulai keracunan, mulai over active, dan akhirnya lemes, diam di dasar toples…ntar tiba2 bergerak ke atas permukaan air buat cari oksigen, dan jatuh lagi ke dasar, sampai akhirnya mati.Waktunya 18 menitan gitu sampe 3 darii 5 ikan dinyatakan mati.

Beda lagi reaksi ikan waktu dimasukin ke larutan 1%. Begitu dimasukin, ikan langsung berenang aktif ke sana kemari dengan cepat, sering ke permukaan air buat ngambil oksigen. saking cepatnya mereka berenang, sampe susah merhatiinnya. dan pada saat tertentu, mereka mulai lemas dann akhirnya tepar 1-1. sampe akhirnya mati. Waktu yang dibutuhkan adalah 6 menit 15 detik.

Bedanya keliatan banget euy, emang yang bikin ikannya mati tentu aja karena saponin yang beracun buat ikan2nya. Tapi, klo diperhatiin di ikan yang di larutan 1%, mereka begitu dimasukkin ke toles, langsung berenang aktif karena panik, karena daerah mereka beracun gitu. Dan klo diperhatiin kondisi waktu matinya, insang ikannya jadi merah banget, ya tentu aja karena kadar racunnya tinggi.

Hikmah yang didapat adalah, saat ikan tau dia berada di daerah beracun, mereka berenang aktif yang menyebabkan mereka jadi butuh lebih banyak oksigen, karena pergerakan membuat sel-sel didalam tubuh ikan meminta oksigen lebih. Ketika ikan mengambik oksigen dari air, saat itu juga saponinnya ikut masuk. Semakin panik, pernapasannya semakin cepat dan jadi semakin cepat mati. Beda dengan ikan di 0,01%, ikannya emang kondisinya ga sadar klo daerah dia beracun, jadi dia berenang tenang2 aja, sampe akhirnya dia mulai kesakitan dan mati. mirip manusia kayanya, tadinya kita merasa aman2 aja, trus tiba-tiba napas jadi sesak dan akhirnya lemas. Mirip klo manusi keracunan CO.

Walau ga berhubungan dengan ikan tadi, hikmahnya adalah seperti ini:

Saat kita panik, pernapasan kita jadi semakin cepat, karena adrenalin meningkat. Dan klo berada didaerah yang beracun, semakin cepat kita bernapas, semakin banyak racun yang terhirup, jadilah jadi makin cepet lemas. Oleh karenanya, bersikap tenanglah disegala kondisi, walau diawalnya kita panik. Tarik napas dalam-dalam, atur pernapasan kita, bikin jantung biar ga berdetak terlalu cepat. Sugesti otak untuk berpikir positif, sampai kita tenang….

Dosen Fisiologi Olahraga q bilang. Jantung kita ibarat sebuah mesin. Mesin yang yag bergerak terus menerus dengan kecepatan tinggi akan cepat rusak, dibandingkan klo dia gerak dengan perlahan. Seperti itu juga jantung. Seorang atlet atau orang yang rajin olehraga, dalam 1 menit dia bisa bernapas 3/4 kalinya orang normal klo bernapas. Jadi misalkan orang biasa dalam 1 menit bernapasnya 60 kali, seorang atlit bisa cuma 40 kali. Karena kapasitas paru-paru dia meningkat. Dan jantung memompakan darah dengan efektif. MAka analoginya, seorang yang rajin olahraga, hidupnya bisa lebih panjang, karena jantungnya bekerja dengan kecepatan rendah. Terlepas dari waktu dia di dunia dah habis…

JAdi…Ayo olah raga!!!! program yang tertunda terus nih…tiap kali ikut maku Fisiologi olahraga jadi merasa tertohok terus euy…

Dan tenanglah menghadapi masalah!!!! klo panik, nanti sel-sel tubuh kekurangn O2…jadi kita bernapas dengan cepat. dan sel2 jadi minta O2 lagi, dan klo mereka kekurangan mereka bakal mati…

Dan jadilah kita pusing2, stress dan segala macamnya…..

Begitu…….

Walau ga ilmiah banget datanya (yang anak teknik ga usah protes, segitu blm ilmiah???heheheh piss…), insyaAllah 2 point yang disampaikan lumayann jelas…

Segala kekurangan murni karena ilmu q blm lengkap =>

3 comments

  1. miftahul hidayah · November 21, 2008

    Wow dede..
    Buka konsultasi gratis dong de,hehe

  2. dhedia · November 22, 2008

    itu emang ntar jd kerjaan saya teh…

    ada yg mo jadi pasien saya?

    huehuehue

  3. utami ekawati · Desember 14, 2008

    De…farkogmu begitu ya…
    heu..aku masih berasa abstrak ni di farkog sekarang..tmpk menyenangkan buat larutan saponin..
    pake kebongce pula, hehe..ternyata SF selain punya ternak tikus, mencit, dan kelinci punya ternak kebongce juga ya..hehe
    semangat UASsss….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s