6 Metode Budgeting

Ngomongin budgeting, g ada aturan baku tentang mana bener atau salah, selama pengeluaran dan pemasukan dicatat, gimana pun metodenya, kita bisa berhasil.

Dibawah ada beberapa metode tentang budgeting keuangan pribadi.

1. Metode Tradisional

Metode ini makan waktu paling lama dalam pengerjaannya diantara metode lainnya.

Paling cocok buat orang yang πŸ‘‰πŸΌ

πŸ”˜Bermasalah ngatur pengeluaran (spending)

πŸ”˜Pengen keluar dari jeratan utang

πŸ”˜Mau repot mengkategorikan pengeluarannya

πŸ”˜G cepat bosan ngerjain printilan catatan keuangannya

Dimulai dengan bikin list semua pengeluaran kita, sewa/kpr, asuransi, pulsa, groceries, air, listrik, baju, sepatu, tas, salon dll.

Bisa juga dikategorikan seperti foto dibawah, tetapin kategorinya, trus rinciin lagi pengeluaran di tiap kategori, contoh:

-Income πŸ‘‰πŸΌ Gaji, hasil olshop dll

-Savings πŸ‘‰πŸΌ Dana pensiun, dana darurat, tabungan, dl

-Transport πŸ‘‰πŸΌ taxi, gojek/gocar, parkir, bensin, tol, servis dll

-Food πŸ‘‰πŸΌ makan diluar, groceries, jajan

-Anak πŸ‘‰πŸΌ Jajan, mainan, baju dll

-ZIS πŸ‘‰πŸΌ zakat, infaq, sedekah, hadiah, kondangan

Pokoknya dibikin serinci mungkin, biar bisa keliatan duitnya habis buat apa aja.

Dalam pengerjaannya, bikin 3 kolom pengeluaran yg terdiri dari :

1. Estimasi Pengeluaran

2. Pengeluaran aktual

3. Sisa

Jadi awal dapat penghasilan, langsung break down, bikin budget untuk setiap kategori, begitu ada pengeluaran langsung catat dipake buat apa uangnya dan berapa jumlahnya. Bisa di cek perminggu, buat liat budget per kategori masih aman g atau udah over budget.

2. Metode Porsi

Pernah dengan metode anggaran 80/20 atau 50/30/20? Ini metode porsi.

Anggaran 80/20 maksudnya 80% penghasilan buat dihabiskan, 20% untuk saving.

Anggaran 50/30/20 πŸ‘‰πŸΌ 50% untuk kebutuhan dasar (needs), 30% untuk hiburan dll (wants), 20% savings.

cocok buat orang yang πŸ‘‰πŸΌ g mau ribet atau terikat dengan budget yg kaku/rinci seperti metode sebelumnya

Metode ini membebaskan kita nentuin besaran persentase penghasilan yg mau dihabiskan dan disimpan. Mau bikin 50/40/10 atau 50/20/30 suka-suka, mana yang enak aja.

Poin pentingnya, kita harus bisa membedakan antara KEBUTUHAN (needs) dan KEINGINAN (wants). Klo g kuat iman, salah-salah malah duit habis buat memenuhi keinginan.

Baiknya coba dulu metode tradisional, biar keliatan berapa sih duit yang kita habiskan buat kebutuhan hidup dasar(premier) biar ada gambaran.

3. Metode Menggaji diri sendiri terlebih dahulu.

Pernah baca buku habiskan saja gajimu? Nah ini metodenya. Kita lebih senang dan tenang klo disuruh ngabisin duit, ketimbang disuruh nyisain duit tiap akhir bulan😁

Fokus metode ini di saving. Begitu dapat penghasilan, langsung disisihkan untuk saving. Jadi anggaran dibuat setelah penghasilan dipotong budget saving (dan zakat). Berapa persentasenya? Terserah, bisa 10,20 atau 40%.

Cocok buat orang yang πŸ‘‰πŸΌ

πŸ”˜g mau pusing, nyatet dan mikirin duitnya dihabiskan buat apa aja

πŸ”˜g mau terikat budget

πŸ”˜kuat iman, klo duit habis sebelum gajian, g boleh ngutak-ngutik budget saving yang sudah disisihkan

4. Metode Amplop

Pernah aye bahas disini https://www.facebook.com/dhede.diana/posts/10208857349847093

Poinnya πŸ‘‰πŸΌ menggunakan uang cash

1. Tetap bikin kategori pengeluaran dan budgetnya

2. labelin amplopnya πŸ‘‰πŸΌ groceries, makan diluar, entertainment dll

3. Ambil uang cash untuk sebulan, masukkan di tiap amplop.

Mau amplopnya dibikin mingguan, boleh, jadi di dompet itu cuma bawa duit yang cukup buat seminggu.

Kalau uang cashnya habis, yaudah, g bisa belanja lagi. Metode ini bertujuan bikin kita lebih aware sama pengeluaran.

Cocok untuk orang yangπŸ‘‰πŸΌ

πŸ”˜ g bisa ngontrol pengeluaran klo pakai kartu debit/kredit, taunya gesek terus sampai kartu ditolak/saldo g cukupπŸ˜…

πŸ”˜ g tau duitnya habis berapa dan buat apa aja

πŸ”˜ mau keluar dari utang (cc terutama)

πŸ”˜ go green, say no to plastic card πŸ™ˆ

5. Zero-sum Budget

Jadi di akhir bulan, saldo harus 0. Tiap rupiah dari penghasilan kita itu sudah ada tugasnya masing-masing, jangan sampai ada yang nganggur.

Cocok untuk orang yang sering ada uang nyisa di akhir bulan πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ, tapi nganggap uang itu bebas buat dibelanjain

6. Metode g pake budget

Ngga bikin budget tapi tetap nge-tracking pengeluaran.

Cocok untuk orang yang πŸ‘‰πŸΌ

πŸ”˜ sudah terbiasa hidup hemat

πŸ”˜ disiplin dalam ngatur pengeluaran

πŸ”˜ menikmati menabung layaknya spending 😁

G direkomendasiin buat orang baru pertama kali mo nyoba ngatur keuangan.

Pengeluaran disusun berdasarkan nilai/kesenangan individu. Metode ini nggabungin metode-metode sebelumnya. Saat kita sudah aware tentang butuhnya saving, ada dana yang sudah disisihkan diawal untuk investasi. Sisanya, digunain sesuai gaya hidup masing-masing.

Contoh, yang suka gadget lebih milih menghabiskan uangnya buat beli hape merk x keluaran terbaru, alokasi untuk itu digedein, dia g ada masalah menghemat makan.

Yang suka traveling, lebih milih nyisihin duit buat jalan-jalan, doi ngurangin nongkrong dan jajan.

Jadi ada porsi pengeluaran yang dikecilin untuk memperbesar porsi di kategori yang lebih kita senangin.

Bener-bener harus punya self-kontrol yang tinggi dan iman yang kuat hehehe.

Sekian, semoga bermanfaat

Artikel asli diambil dari http://www.youngadultmoney.com/2016/08/22/6-different-ways-to-budget-your-money/

Gambar diambil dari pinterest

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s